Dalam dunia kontraktor pada Indonesia terdapat istilah pembagian grade atau kualifikasi usaha jasa pelaksana kontruksi, manfaatnya buat mengatur supaya semua lapisan kontraktor menurut pemodal kecil sampai akbar sama-sama menerima proyek yg bisa dikerjakan, Yang modalnya mininir boleh mengerjakan proyek menggunakan nilai tinggi, begitu pula sebaliknya kontraktor yg modalnya besartidak boleh mengerjakan proyek menggunakan nilai kecil. Jadi seluruh dapat Jasa Konstruksi Medan berkarya dari kemampuan masing-masing, Status Grade kontraktor bisa ditingkatkan dengan merubah besaran kapital seiring berkembangnya bisnis konstruksi, Status grade pula bisa diturunkan jika pada bepergian usaha mengalami kemunduran, nah.. berikut adalah macam-macam penggolongan grade kontraktor pada Indonesia 🙂
Kualifikasi bisnis jasa pelaksana konstruksi
Peraturan Menteri Nomor : 08/PRT/M/2011
P – Kekayaan higienis : Paling Banyak Rp Paling Banyak Rp 50 Juta.
Pengalaman : Tidak dipersyaratkan
K1 – Kekayaan bersih : Lebih menurut Rp 50 Lebih menurut Rp 50juta hingga menggunakan juta sampai menggunakan Rp 200 juta.
Pengalaman : Tidak dipersyaratkan
K2 –Kekayaan higienis : Lebih dari Rp 200 Lebih dari Rp 200 juta sampai menggunakan juta hingga dengan Rp 350 juta.
Pengalaman : Untuk Jasa Konstruksi Medan setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun saat 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 1 Milyar pada Jasa Konstruksi Medan subkualifikasi waktu 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 1 Milyar pada subkualifikasi usaha kecil 1 (K1)
k3 – Kekayaan bersih : Lebih dari Rp 350 Lebih berdasarkan Rp 350 juta hingga dengan juta hingga menggunakan Rp 500 juta.
Pengalaman : Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 1.75 Milyar pada subkualifikasi ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 1.75 Milyar pada subkualifikasi bisnis kecil 2 (K2).
M1 – Kekayaan higienis : Lebih dari Rp 500 Lebih berdasarkan Rp 500 juta hingga dengan juta hingga dengan Rp dua milyar.
Pengalaman : Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama kurun saat 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya merupakan Rp 833 Juta pada kurun waktu 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya adalah Rp 833 Juta dalam subkualifikasi bisnis kecil tiga (K3) ; atau
Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun waktu 10 tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 2.lima Milyar pada subkualifikasi ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp dua.5 Milyar dalam subkualifikasi bisnis kecil 3 (K3); atau
Bagi Badan Usaha yang baru berdiri (kurang menurut 3 tahun) tanpa pengalaman nilai Bagi Badan Usaha yg baru berdiri (kurang berdasarkan tiga tahun) tanpa pengalaman nilai minimum pengalaman diukur pengalaman PJT/PJK menggunakan Nilai Pengalaman minimum pengalaman diukur pengalaman PJT/PJK menggunakan Nilai Pengalaman Tertinggi Rp 833 Juta buat setiap subklasifikasi yg dimiliki.
M2 – Kekayaan higienis : Lebih berdasarkan Rp 2 Lebih berdasarkan Rp 2 Milyar s.d Rp 10 Milyar s.d Rp 10 Milyar.
Pengalaman : untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama buat setiap subklasifikasi yg dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama kurun saat 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya merupakan Rp tiga.33 Milyar pada kurun ketika 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya merupakan Rp 3.33 Milyar pada pekerjaan subkualifikasi usaha Menengah 1 (M1); atau
Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun saat 10 tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 10 Milyar pada subkualifikasi ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 10 Milyar pada subkualifikasi bisnis Menengah 1 (M1).
B1 – Kekayaan higienis : Lebih berdasarkan Rp 10 Lebih dari Rp 10 milyar sampai milyar sampai menggunakan Rp 50 menggunakan Rp 50 milyar
Pengalaman : buat setiap subklasifikasi yg dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama kurun waktu 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya adalah Rp 16.66 Milyar pada kurun waktu 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya adalah Rp 16.66 Milyar dalam pekerjaan subkualifikasi bisnis Menengah dua (M2); atau
Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun waktu 10 tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 50 milyar dalam subkualifikasi ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 50 milyar pada subkualifikasi bisnis Menengah dua (M2).
B2 – Kekayaan bersih : Lebih berdasarkan Rp 50 Lebih dari Rp 50 milyar hingga milyar hingga menggunakan tak menggunakan tak terbatas
Pengalaman : buat setiap subklasifikasi yang dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama untuk setiap subklasifikasi yg dimiliki, Nilai Pengalaman Tertinggi selama kurun waktu 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya merupakan Rp 83.33 Milyar pada kurun saat 10 tahun terakhir sekurang-kurangnya merupakan Rp 83.33 Milyar pada pekerjaan subkualifikasi bisnis akbar 1(B1); atau
Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun Untuk setiap subklasifikasi yang dimiliki, nilai kumulatif pekerjaan selama kurun saat 10 tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 250 Milyar dalam subkualifikasi ketika 10 tahun sekurang-kurangnya merupakan Rp 250 Milyar pada subkualifikasi bisnis Besar1 (B1).
Download lebih jelasnya peraturan selengkapnya disini
Penetapan kelas tadi berdasarkan olehPengalaman, telah berapa usang beranjak dibidang kontraktor dan telah mengerjakan proyek apa saja?Sumber daya manusia, bagaimana pegawainya?Kekayaan bersih, berapa dana bersih perusahaan?
Jadi…. masuk kelas manakah bisnis kontraktor yang sedang atau baru akan kita rintis? apapun kelasnya yg penting roda usaha terus berputar sebagai wahana untuk berkarya membentuk bangsa, Semoga dapat semakin sukses dan terus membesar sebagai akibatnya dapat meraih proyek dengan tantangan yang lebih sulit 🙂
Tidak ada komentar:
Posting Komentar